Rabu, 10 September 2014

pengertian seni rupa

SENI RUPA



SENI RUPA
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garisbidangbentukvolumewarnatekstur, dan pencahayaan dengan acuanestetika.
Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murni,kriya, dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.
Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts. sumber : (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
1  SENIRUPA MURNI
gb.1 Seni lukis
A. Seni lukis lukis
adalah hasil kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, sepertikanvaskertaspapan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imajitertentu kepada media yang digunakan.
(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)



MENGAMATI MELUKIS DENGAN PASIR
Gb.2 Seni Grafis
B. Seni grafis
adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di ataskertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya mampu menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses cetak. Tiap salinan karya dikenal sebagai ‘impression’. Lukisanatau drawing, di sisi lain, menciptakan karya seni orisinil yang unik. Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan , secara teknis disebut dengan matrix. Matrix yang umum digunakan adalah: plat logam, biasanya tembaga atau seng untuk engraving atau etsa; batu digunakan untuk litografi; papan kayu untuk woodcut/cukil kayu. Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan dalam karya seni ini. Tiap-tiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sebuah salinan. Karya-karya yang dicetak dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi, di masa seni rupa modern masing-masing karya ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya tersebut adalah edisi terbatas.
(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
gb. 03 SENI PATUNG
C. Seni patung adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (dengan cetakan).
Gambar disamping adalah patung yang dibuat dengan menggunakan bahan barang habis pakai.
Melihat dan Mengamati salah satu teknik membuat patung

gb.4 Seni Instalasi


D. SENI INSTALASI
Karya instalasi terasa asing ditelinga kita, apalagi untuk siswa SMP namun demikian ternyata ada Salah satu SMP yang telah melaksanakan pembelajaran instalasi.(Pengalaman Sekolah )

Seni instalasi (installation = pemasangan) adalah seni yang memasang, menyatukan, dan mengkontruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran makna tertentu. Biasanya makna dalam persoalan-persoalan sosial-politik dan hal lain yang bersifat kontemporer diangkat dalam konsep seni instalasi ini.
Seni instalasi dalam konteks visual merupakan perupaan yang menyajikan visual tiga dimensional yang memperhitungkan elemen-elemen ruang, waktu, suara, cahaya, gerak dan interaksi spektator (pengunjung pameran) sebagai konsepsi akhir dari olahrupa
gb.5. Seni Pertunjukan
E. SENI PERTUNJUKAN
Kita tentu pernah melihat pertunjukan wayang kulit, wayang orang, teater, sulap atau pertunjukan lainnya. saat sekarang seni pertunjukan sebagai ungkapan kreatifitas bagi anak-anak TK, dan SD untuk memperingati HUT RI, pertunjukan juga sering kita lihat pada saat perpisahan sekolah, ataupun kegiatan lainnya., (klik gambar seni pertunjukan di samping kanan untuk melihat seni pertunjukan lebih banyak)
Seni pertunjukan (Bahasa Inggrisperformance art) adalah karya seni yang melibatkan aksi individu atau kelompok di tempat dan waktu tertentu. performance biasanya melibatkan empat unsur: waktu, ruang, tubuh si seniman dan hubungan seniman dengan penonton.
Meskipun seni performance bisa juga dikatakan termasuk di dalamnya kegiatan-kegiatan seni mainstream seperti teatertarimusik dan sirkus, tapi biasanya kegiatan-kegiatan seni tersebut pada umumnya lebih dikenal dengan istilah ‘seni pertunjukan‘ (performing arts). Seni performance adalah istilah yang biasanya mengacu pada seni konseptual atau avant garde yang tumbuh dari seni rupa dan kini mulai beralih ke arahseni kontemporer.(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Beberapa gambar bukan merupakan senirupa murni, misalnya seni keramik yang difungsikan untuk tempat payung, keramik itu bukan seni murni tetapi lebih berfungsi untuk diterapkan satau dipakai.
saya terus terang tidak mempunyai kapasitas menulis tentang “seni film” namun demikian sebagai gantinya saya arahkan pada alamat webfilm indonesia(klik saja gambarnya)
Vidio seni kareografi Indonesia pada saat mengikuti sebuah lomba tingkat dunia. coba klik vidionya, dan jika gambarnya putus-putus, unduh dengan instal lebih dulu DM, klik bagian atas kanan untuk mengunduh. semoga menghibur.










I. (Fotoafi).

2. Desain

Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata “desain” bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. Sebagai kata benda, “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata.
Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran,brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Akhir-akhir ini, proses (secara umum) juga dianggap sebagai produk dari desain, sehingga muncul istilah “perancangan proses”. Salah satu contoh dari perancangan proses adalahperancangan proses dalam industri kimia.
Desain dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Desain grafis (klik gambar untuk contoh lebih banyak)
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visualyang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi danfine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).
Desain Interior (klik gambar untuk melihat contoh lebih banyak)
Desain interior diartikan sebagai tata ruang, atau proses penataan di dalan ruang. bagi yang ingin mengetahui banyak saya lingk keblog di bawah ini :
Desain busana (klik gambar)
Desain berasal dari Bahasa Inggris (design) yang berarti “rancangan, rencana atau reka rupa”. Dari kata design muncullah kata desain yang berarti mencipta, memikir atau merancang. Dilihat dari kata benda, “desain” dapat diartikan sebagai rancangan yang merupakan susunan dari garis, bentuk, ukuran, warna, tekstur dan value dari suatu benda yang dibuat berdasarkan prinsip-prinsip desain. Selanjutnya dilihat dari kata kerja, desain dapat diartikan sebagai proses perencanaan bentuk dengan tujuan supaya benda yang dirancang mempunyai fungsi atau berguna serta mempunyai nilai keindahan.
Desain merupakan pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda seperti busana. Desain dihasilkan melalui pemikiran, pertimbangan, perhitungan, cita, rasa, seni serta kegemaran orang banyak yang dituangkan di atas kertas berwujud gambar. Desain ini mudah dibaca atau di pahami maksud dan pengertiannya oleh orang lain sehingga mudah diwujudkan ke bentuk benda yang sebenarnya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa desain merupakan bentuk rumusan dari suatu proses pemikiran, pertimbangan dan perhitungan dari desainer yang dituangkan dalam wujud gambar.
Desain produk Desain produk
Desain Web

3. Kriya

Diposkan oleh : Posted 

Seni Kriya

Seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memperhatikan aspek fungsional dan nilai seni sehingga Seni kriya termasuk dari karya senirupa terapan nusantara. Penciptaan karya seni kriya tidak hanya didasarkan pada aspek fungsionalnya (kebutuhan fisik) saja, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan terhadap keindahan (kebutuhan emosional). 
Dalam perkembangannya, karya seni kriya selalu identik dengan seni kerajinan. Hal ini disebabkan pembuatan karya seni kriya yang tidak lepas dari pengerjaan tangan (hand made) dan memiliki aspek fungsional.
Tradisi membuat benda-benda seni kriya telah ada sejak zaman prasejarah. Dari temuan-temuan benda prasejarah diketahui bahwa manusia mulai menetap pada zaman Batu Muda (Neolitikum). Mereka telah mulai membuat benda fungsional untuk menunjang aktivitas mereka sehari-hari. Salah satunya adalah tembikar yang terbuat dari tanah lempung yang berfungsi sebagai wadah. Tembikar pada zaman ini telah memiliki hiasan berupa simbol-simbol atau lambang-lambang kehidupan spiritual yang dipercaya oleh masyarakat.
Dalam perkembangan selanjutnya, seni kriya mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan ini tidak hanya pada aspek fungsi semata tetapi berimbas pada peningkatan kualitas bentuk dan bahan serta corak hiasannya. Pada awalnya benda-benda tersesebut memiliki bentuk yang sederhana berkembang menjadi bentuk-bentuk yang beraneka ragam dan rumit. Demikian juga dengan hiasan yang semakin banyak, detail, dan bervariasi.

Pengertian Seni Kriya

Istilah "seni kriya‟ berasal dari akar kata "krya‟ (bahasa Sanskrta) yang berarti "mengerjakan‟; dari akar kata tersebut kemudian menjadi kata : karya, kriya, kerja. Dalam arti khusus adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek. Dalam pengertian berikutnya semua hasil pekerjaan termasuk berbagai ragam keteknikannya disebut "seni kriya‟.(Timbul Haryono,2002).
Kata "kriya‟ dalam bahasa Indonesia berarti pekerjaan (kerajinan tangan). Di dalam bahasa Inggris disebut craft yang mengandung arti: energi atau kekuatan, arti lain suatu ketrampilan mengerjakan atau membuat sesuatu. Istilah itu diartikan sebagai ketrampilan yang dikaitkan dengan profesi seperti yang terlihat dalam craftsworker (pengrajin).
Pada kenyataannya seni kriya sering dimaksudkan sebagai karya yang dihasilkan karena skill atau ketrampilan seseorang; sebagaimana diketahui bahwa semua kerja dan ekspresi seni membutuhkan ketrampilan. Dalam persepsi kesenian yang berakar pada tradisi Jawa, dikenal sebutan kagunan. Di dalam Kamus Bausastra Jawa, kagunan adalah Kapinteran/ Yeyasan ingkang adipeni/Wudharing pambudi nganakake kaendahan-gegambaran, kidung ngukir-ukir.
Penjelasan itu menunjukan posisi dan pentingnya ketrampilan dalam membuat (mengubah) benda sehari-hari, di samping pengetahuan dan kepekaan (akan keindahan). Oleh sebab itu, sebuah karya (seni) dalam proses penggarapannya tidak berdasarkan pada kepekaan dan ketrampilan yang baik (mumpuni), maka tidak akan ada kesempatan bagi kita untuk mnikmati karya tersebut sebagai karya seni ( I Made Bandem, 2002 ).

Fungsi Seni Kriya

Fungsi seni kriya sebagai salah satu karya seni rupa secara garis besar terbagi atas tiga golongan, yaitu sebagai berikut.

1. Hiasan (dekorasi)

Banyak produk seni kriya yang berfungsi sebagai benda pajangan. Seni kriya jenis ini lebih menonjolkan segi rupa daripada segi fungsinya sehingga bentuk-bentuknya mengalami pengembangan. Misalnya, karya seni ukir, hiasan dinding, cinderamata, patung, dan lain-lain.

2. Benda terapan (siap pakai)

Seni kriya yang sebenarnya adalah seni kriya yang tetap mengutamakan fungsinya. Seni kriya jenis ini mempunyai fungsi sebagai benda yang siap pakai, bersifat nyaman, namun tidak kehilangan unsur keindahannya. Misalnya, senjata, keramik, furnitur, dan lain-lain.

3. Benda mainan

Di lingkungan sekitar sering kita jumpai produk seni kriya yang fungsinya sebagai alat permainan. Jenis produk seni kriya seperti ini biasanya berbentuk sederhana, bahan yang digunakan relatif mudah didapat dan dikerjakan, dan harganya juga relatif murah. Misalnya, boneka, dakon, dankipas kertas.

Jenis-jenis seni kriya

Bentuk karya seni kriya Nusantara amat beragam. Beragam pula bahan alam yang digunakan. Dari sejumlah seni kriya Nusantara, ada yang tetap mempertahankan ragam hias tradisional dan ada pula yang telah dikembangkan sesuai dengan tuntutan pasar.
Jenis-jenis seni kriya menurut bahan yang digunakan dapat kita bagi sebagai berikut :

a. Kriya Kayu

Kriya kayu ialah suatu bidang kriya yang pekerjaannya membuat benda yang mempunyai nilai fungsional maupun hias dengan menggunakan bahan kayu. Dalam kriya kayu, terdapat pekerjaan tingkat dasar yang merupakan tingkat permulaan. Kayu banyak sekali menghasilkan berbagai benda kerajinan, seperti topeng, wayang golek, furnitur, patung dan hiasan ukir-ukiran.



kriya kayu
Miniatur kendaraan dari kayu

kriya kayu
Gantungan Kunci dari kayu

b. Seni kriya tekstil

Istilah tekstil dewasa ini sangat luas dan mencakup berbagai jenis kain yang dibuat dengan cara ditenun, diikat, dipres dan berbagai cara lain yang dikenal dalam pembuatan kain. Kain umumnya dibuat dari serat yang dipilin atau dipintal guna menghasilkan benang panjang untuk ditenun atau dirajut sehingga menghasilkan kain sebagai barang jadi. Ketebalan atau jumlah serat, kadar pilihan, tekstur kain, variasi dalam tenunan dan rajutan, merupakan faktor yang mempangaruhi terciptanya aneka kain yang tak terhitung macamnya.
Keragaman karya seni tekstil bisa dilihat dari jenis, teknik, ragam hias, dan bahan yang digunakan. Jenis kriya tekstil di Nusantara bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu karya batik dan karya tenun

Kriya tekstil

c. Kriya keramik

Bahan dasar keramik adalah tanah liat. Benda keramik dibentuk dengan berbagai teknik, antara lain teknik cetak, lempeng, pijit, dan pilin. Setelah dibentuk, kemudian diberi hiasan. Jika sudah melalui proses pengeringan, dibakar dengan suhu tertentu.
Keramik diproduksi untuk benda-benda hias atau benda pakai dengan keragaman variasi bentuk, misalnya guci, pot bunga, vas bunga, dan sebagainya. Daerah-daerah penghasil keramik tersebar luas di Nusantara, antara lain di Yogyakarta, Malang, Cirebon, dan Purwokerto.

kriya keramik

d. Kriya logam

Kriya logam adalah kriya yang mengolah logam menjadi berbagai macam benda kerajinan. Mengolah logam biasanya dengan cara mengecor logam panas dengan cetakan. Cetakan ini bisa terbuat dari tanah liat, gips, pasir, atau logam juga.
Kriya logam menggunakan bahan jenis logam, seperti emas, perak, perunggu, besi, tembaga, aluminium, dan kuningan. Produk yang dihasilkan, misalnya perhiasan emas dan perak, patung perunggu, senjata tajam, peralatan rumah tangga, dan alat musik gamelan. Sekarang kriya logam dibuat dengan berbagai variasi bentuk.
Teknik membuat kriya logam ada dua, yaitu teknik a cire perdue dan teknik bivalve.
  • Teknik a cire perdue atau cetakan lilin, caranya adalah membuat bentuk benda yang dikehendaki dengan lilin. Setelah membuat model dari lilin, model tersebut ditutup dengan menggunakan tanah, kemudian dibuat lubang dari atas dan bawah. Setelah itu, cetakan dibakar sehingga lilin yang terbungkus dengan tanah akan mencair, dan keluar melalui lubang bagian bawah. Untuk selanjutnya melalui lubang bagian atas dimasukkan cairan perunggu. Apabila sudah dingin, cetakan tersebut dipecah sehingga keluarlah benda yang diinginkan.
  • Teknik bivalve atau setangkap, caranya yaitu menggunakan cetakan yang ditangkupkan dan dapat dibuka sehingga setelah dingin cetakan tersebut dapat dibuka, maka keluarlah benda yang dikehendaki. Cetakan tersebut terbuat dari batu atau kayu.
kriya logam

    e. Kriya kulit

    Kriya kulit adalah jenis karya seni yang bahan bakunya menggunakan kulit. Kulit yang digunakan adalah kulit kerbau, sapi, kambing, buaya, dan ular. Kulit tersebut sebelum dipakai terlebih dahulu mengalami proses pengolahan yang panjang yaitu mulai dari pemisahan dari daging satwa, pencucian dengan cairan tertentu, pembersihan, perendaman dengan zat kimia tertentu (penyamakan), pewarnaan dengan warna yang diinginkan, perentangan supaya tidak mengkerut, pengeringan, dan penghalusan. Setelah itu, kulit baru dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang ditentukan.
    Hasil kriya kulit berupa tas, sepatu, wayan kulit, ikat pinggang, pakaian (jaket), dompet, tempat HP, dan alat musik rebana. Daerah penghasil kriya kulit antara lain Garut, Yogyakarta, dan Bali.
    kriya kulit

    f. Kriya batu

    Batu yang memiliki tekstur keras dan cenderung kaku untuk dibentuk ternyata dapat diolah menjadi seni kerajinan yang indah. Salah satunya berasal dari daerah Sukaraja, Sukabumi. Di daerah ini dapat dijumpai berbagai material batu yang telah diolah menjadi hiasan dan dekorasi rumah. Ada batu akikjesper, fosil, dan batu-batu permata lainnya yang dibentuk menjadi hiasan dengan motif flora dan fauna.

    kriya batu

    kriya batu

    Selasa, 09 September 2014

    Lagu Mancanegara di Asia

    Lagu mancanegara adalah lagu yang berasal dari luar negeri atau di negara asing. Lagu mancanegara di Asia dalam khasanah musik Indonesia mempunyai pengertian lagu yang berasal dari luar negeri dalam lingkup dan di batasi Asia.
    Lagu mnerupakan ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media nada baik dari suara manusia maupun alat musik. Mancanegara mempunyai arti luar negeri atau di luar Indonesia atau negara asing. Jadi arti lagu mancanegara adalah lagu yang berasal atau lagu yang berada di negera asing.
    Lagu kebangsaan adalah lagu yang dimiliki oleh setiap negara yang telah merdeka dengan penggunaanya yang khusus,sesuai dengan tempat dan waktu serta perhubungan internasional.
    Setiap negara memiliki 1 lagu kebangsaan,dengan judul dan bahasa yang berbeda-beda sesuai dengan situasi negara masing-masing.
    Lagu kebangsaan hanya oleh dinyanyikan pada waktu dan tempat-tempat tertentu saja,misalnya pada : upacara negara,hari ulang tahun kemerdekaan,hari-hari besar nasional,di sekolah-sekolah dan sebagainya.
    Kalau menyanyikan lagu tersebut kita harus mengambil sikap yang baik,berdiri tegap dan dalam sikap siap.
    Dari seluruh lagu-lagu kebangsaan yang ada di dunia ini,ditinjau dari segi mutu,maka lagu kebangsaan Jepang yang berjudul"kimigayo"adalah termasuk lagu kelas tertinggi di dunia,sedangkan lagu"wilhelmus" hymne nasional bangsa Belanda,adalah juga yang dianggap lagu tertua di dunia dari semua lagu kebangsaan(tahun1570).
    Dan tidaklah mengherankan,kalau ada lagu kebangsaan asing yang mendapatan jelek mutunya karena lagu itu diambil dari lagu biasa yang telah ada sebelum negara itu merdeka.
    Lagu "star-spangled banner"lagu kebangsaan Amerika Serikat,sebelumnya terkenal sebagai nyainyian "anacrcon in heaven"oleh Stafford Smith di London,selain itu sudah beberapa kali diberi kata-kata teks di Amerika dan menjadi populer karena anggota kumpulan anakreonis,akhirnya pada tanggal 3 maret 1931 lagu itu di resmikan menjadi lagu kebangsaan Amerika,walaupun melalui proses dari segolongan rakyat ketika statusnya hendak diresmikan.
    Lain halnya dengan lagu kebangsaan Indonesia,yang telah di persiapkan sebelum kemerdekaan,seperti juga dengan lagu kebangsaan Perancis"marseillaise" dan lagu kebangsaan Belgia"brabanconne"

    Berikut ini adalah lagu-lagu kebangsaan di dunia :


    Afganistan
    Sououd-e-Melli
    2006
    Abdul Bari Jahani
    Babrak Wassa
    Afrika Selatan
    Lagu kebangsaan Afrika Selatan
    1994
    Enoch Sontonga dan Cornelius Jacob Langenhoven
    Enoch Sontonga dan Lourens de Villiers
    Albania
    Hymni i Flamurit
    1912
    Aleksander Stavre Drenova
    Aljazair
    Qassaman
    1962
    Moufdi Zakaria
    Mohamed Fawzi
    Amerika Serikat
    The Star-Spangled Banner
    1931
    Francis Scott Key
    John Stafford Smith
    Andorra
    El Gran Carlemany
    1914
    Enric Marfany Bons
    Juan Benlloch y Vivó
    Angola
    Angola Avante
    1975
    Manuel Rui Alves Monteiro
    Rui Alberto Vieira Dias Mingas
    Antigua dan Barbuda
    Fair Antigua, We Salute Thee
    1981
    Novelle Hamilton Richards
    Walter Garnet Picart Chambers
    Antillen Belanda
    Beautiful Islands



    Arab Saudi
    Aash Al Maleek
    1950
    Ibrahim Khafaji
    Abdul Rahman Al-Khateeb
    Argentina
    Oid, Mortales
    1813
    Vicente López y Planes
    Blas Parera
    Armenia
    Mer Hayrenik
    1918, 1991
    Mikael Nalbandian
    Barsegh Kanachyan
    Aruba
    Aruba Dushi Tera



    Australia
    Advance Australia Fair
    1984
    Peter Dodds McCormick
    Peter Dodds McCormick
    Austria
    Land der Berge, Land am Strome
    1947
    Paula von Preradović
    Wolfgang Amadeus Mozart/Johann Holzer
    Azerbaijan
    Azərbaycan marşı
    1992
    Ahmed Javad
    Uzeyir Hajibeyov
    Bahama
    March On, Bahamaland
    1973
    Timothy Gibson
    Timothy Gibson
    Bahrain
    Bahrainona
    1971
    Mohamed Sudqi Ayyash
    tidak diketahui
    Kepulauan Balear
    La Balanguera



    Bangladesh
    Amar Sonar Bangla
    1972
    Barbados
    In Plenty and In Time of Need
    1966
    Irving Burgie
    C. Van Roland Edwards
    Basque
    Eusko Abendaren Ereserkia



    Belanda
    Wilhelmus van Nassouwe
    1932
    tidak diketahui
    Adrianus Valerius
    Belarus
    My Belarusy
    1955
    Michael Klimovich
    Nestar Sakalowski
    Belgia
    La Brabançonne
    1830
    Louis-Alexandre Dechet
    François Van Campenhout
    Belize
    Land of the Free
    1981
    Samuel Alfred Haynes
    Selwyn Walford Young
    Benin
    L'Aube Nouvelle
    1960
    Gilbert Jean Dagnon
    Gilbert Jean Dagnon
    Bhutan
    Druk tsendhen
    1953
    Dasho Gyaldun Thinley
    Aku Tongmi
    Bolivia
    Bolivianos, el hado propicio
    1852
    José Ignacio de Sanjinés
    Leopoldo Benedetto Vincenti
    Bosnia-Herzegovina
    Intermeco
    1999

    Dušan Šestić
    Botswana
    Fatshe leno la rona
    1966
    Kgalemang Tumedisco Motsete
    Kgalemang Tumedisco Motsete
    Brasil
    Hino Nacional Brasileiro
    1822
    Joaquim Osório Duque Estrada
    Francisco Manuel da Silva
    Britania Raya
    God Save the Queen
    1745
    tidak diketahui
    tidak diketahui
    Brunei
    Allah Peliharakan Sultan
    1951
    Pengiran Haji Mohamed Yusuf bin Abdurrahman
    Awang Haji Besar bin Sangap
    Bulgaria
    Mila Rodino
    1964
    Tsvetan Radoslavov
    Tsvetan Radoslavov
    Burkina Faso
    Une Seule Nuit
    1984
    Thomas Sankara
    Thomas Sankara
    Burundi
    Burundi bwacu
    1962
    Jean-Baptiste Ntahokaja
    Marc Barengayabo
    Kepulauan Cayman
    Beloved Isles Cayman



    Republik Ceko
    Kde domov můj?
    1918
    Josef Kajetán Tyl
    František Škroup
    Chad
    La Tchadienne
    1960
    Louis Gidrol
    Paul Villard
    Chili
    Himno Nacional de Chile
    1828
    Eusebio Lillo
    Ramón Carnicer
    Republik Rakyat Tiongkok
    Barisan Para Sukarelawan (义勇军进行曲)
    1982 (resmi)
    2004 (konstitusional)
    Tian Han
    Nie Er
    Denmark
    Der er et Yndigt Land
    1835
    Adam Oehlenschläger
    Hans Ernst Krøyer
    Djibouti
    Lagu kebangsaan Djibouti
    1977
    Aden Elmi
    Abdi Robleh
    Dominika
    Isle of Beauty, Isle of Splendour
    1978
    Wilfred Oscar Morgan Pond
    Lemuel McPherson Christian
    Ekuador
    Salve, Oh Patria
    1948
    Juan León Mera
    Antonio Neumane
    El Salvador
    Saludemos la Patria orgullosos
    1879
    Juan José Cañas
    Juan Aberle
    Estonia
    Mu isamaa, mu õnn ja rõõm
    1920
    Johann Voldemar Jannsen
    Fredrik Pacius
    Ethiopia
    Whedefit Gesgeshi Woude Henate Ethiopia
    1992
    Dereje Melaku Mengesha
    Solomon Lulu Mitiku
    Kepulauan Faroe
    Tú alfagra land mitt



    Fiji
    God Bless Fiji
    1970
    Michael Francis Alexander Prescott
    Charles Austin Miles
    Filipina
    Lupang Hinirang
    1898
    José Palma
    Julián Felipe
    Finlandia
    Maamme/Vårt land
    1867
    Johan Runeberg
    Fredrik Pacius
    Gabon
    La Concorde
    1960
    Georges Aleka Damas
    Georges Aleka Damas
    Gambia
    For The Gambia Our Homeland
    1965
    Virginia Julie Howe
    Jeremy Frederick Howe
    Georgia
    Tavisupleba
    2004
    David Magradze
    Zakaria Paliashvili
    Ghana
    God Bless Our Homeland Ghana
    1957
    Michael Kwame Gbordzoe
    Philip Gbeho
    Grenada
    Hail Grenada
    1974
    Irva Merle Baptiste
    Louis Arnold Masanto
    Guatemala
    Guatemala Feliz
    1896
    José Joaquín Palma
    Rafael Álvarez Ovalle
    Guinea
    Liberté
    1958
    tidak diketahui
    Kodofo Moussa
    Guinea-Bissau
    Esta é a Nossa Pátrai Bem Amada
    1974
    Amílcar Cabral
    Xiao He
    Guinea Ekuatorial
    Caminemos Pisando la Senda de Nuestra Inmensa Felicidad
    1968
    Atanasio Ndongo Miyone
    Atanasio Ndongo Miyone
    Guyana
    Dear Land of Guyana, of Rivers and Plains
    1966
    Archibald Leonard Luker
    Robert Cyril Gladstone Potter
    Haiti
    La Dessalinienne
    1904
    Justin Lhérisson
    Nicolas Geffrard
    Honduras
    Tu bandera es un lampo de cielo
    1915
    Augusto Constancio Coello
    Carlos Hartling
    Hungaria
    Himnusz
    1844
    Ferenc Kölcsey
    Ferenc Erkel
    Islandia
    Lofsöngur
    1944
    Matthías Jochumsson
    Sveinbjörn Sveinbjörnsson
    India
    Jana-Gana-Mana (जन गण मन)
    1950
    Indonesia
    Indonesia Raya
    1945
    Iran
    Sorood-e Jomhoori-e Eslami
    1990
    kolektif
    Hassan Riyahi
    Irak
    Mawtini
    2004
    Ibrahim Touqan
    Mohammed Flayfel
    Irlandia
    Amhrán na bhFiann
    1926
    Peadar Kearney dan Liam Ó Rinn
    Peadar Kearney and Patrick Heeney
    Israel
    Hatikvah
    1948 (de facto)
    2004 (de jure)
    Naftali Herz Imber
    Samuel Cohen
    Italia
    Inno di Mameli
    1946 (de facto)
    Goffredo Mameli
    Michele Novaro
    Jamaika
    Jamaica, Land We Love
    1962
    Hugh Braham Sherlock
    Robert Charles Lightbourne
    Jepang
    Kimigayo (君が代)
    1999 (de jure)

    Hiromori Hayashi
    Jerman
    Das Lied der Deutschen
    1922
    August Heinrich Hoffmann von Fallersleben
    Kamboja
    Nokoreach
    1941
    Samdach Chuon Nat
    F. Perruchot dan J. Jekyll
    Kamerun
    Chant de Ralliement
    1957
    René Djam Afame, Samuel Minkio Bamba, Moïse Nyatte Nko'o dan Dr Benard Nsokika Fonlon
    René Djam Afame
    Kanada
    O Canada
    1980
    Adolphe-Basile Routhier dan Robert Stanley Weir
    Calixa Lavallée
    Kazakhstan
    Meniñ Qazaqstanım
    2006
    Zhumeken Nazhimedenov (lalu dimodifikasi oleh Nursultan Nazarbayev)
    Shamshi Kaldayakov
    Kenya
    Ee Mungu Nguvu Yetu
    1963
    Graham Hyslop, G. W. Senoga-Zake, Thomas Kalume, Peter Kibukosya, dan Washington Omondi
    Komisi lagu kebangsaan
    Kiribati
    Teirake kaini Kiribati
    1979
    Urium Tamuera Ioteba
    Urium Tamuera Ioteba
    Kolombia
    Oh Gloria inmarcesible
    1886
    Rafael Núñez
    Oreste Sindici
    Komoros
    Udzima wa ya Masiwa
    1978
    Said Hachim Sidi Abderemane
    Said Hachim Sidi Abderemane dan Kamildine Abdallah
    Kongo
    La Congolaise
    1959, 1991
    Jacques Tondra dan Georges Kibanghi
    Jean Royer dan Joseph Spadilière
    Korea Selatan
    Aegukga (애국가)
    1947

    Ahn Eak-tae
    Korea Utara
    Aegukka (Korea Utara)
    1948
    Pak Seyŏng
    Kim Wŏn'gyun
    Kosta Rika
    Noble patria, tu hermosa bandera
    1853
    José María Zeledón Brenes
    Manuel María Gutiérrez
    Kroasia
    Lijepa nasa domovino
    1972
    Antun Mihanovic
    Josip Runjanin
    Kuba
    La Bayamesa
    1902
    Perucho Figueredo
    Perucho Figueredo
    Laos
    Pheng Xat Lao
    1947
    Sisana Sisane
    Thongdy Sounthonevichit
    Latvia
    Dievs, Sveti Latviju
    1920
    Kārlis Baumanis
    Kārlis Baumanis
    Lebanon
    Lagu kebangsaan Lebanon
    1927
    Rashid Nakhle
    Wadih Sabra
    Lesotho
    Lesotho Fatse La Bontata Rona
    1966
    François Coillard
    Ferdinand-Samuel Laur
    Liberia
    All Hail, Liberia Hail
    1847
    Daniel Bashiel Warner
    Olmstead Luca
    Libya
    Libya, Libya, Libya
    2011
    Al Bashir Al Arebi
    Mohammed Abdel Wahab
    Liechtenstein
    Oben am jungen Rhein
    1963
    Jakob Josef Jauch
    tidak diketahui
    Lithuania
    Tautiska Giesme
    1919
    Luxemburg
    Ons Hémécht
    1895
    Michel Lentz
    Jean Antoine Zinnen
    Makedonia
    Denes nad Makedonija
    1992
    Vlado Maleski
    Todor Skalovski
    Madagaskar
    Ry Tanindraza nay malala ô
    1958
    Pasteur Rahajason
    Norbert Raharisoa
    Malawi
    Mlungu salitsani Malawi
    1964
    Michael-Fredrick Paul Sauka
    Michael-Fredrick Paul Sauka
    Maladewa
    Gaumee Salaam
    1972
    Muhammad Jameel Didi
    Pandit Wannakuwattawaduge Don Amaradeva
    Malaysia
    Negaraku
    1957
    kolektif
    French Pierre Jean de Beranger (dari lagu Allah Lanjutkan Usia Sultan)
    Mali
    Pour L'Afriquue et pour toi, Mali
    1962
    Seydou Badian Kouyate
    Banzumana Sissoko
    Malta
    L-Innu Malti
    1964
    Dun Karm Psaila
    Robert Samut
    Kepulauan Marshall
    Forever Marshall Islands
    1991
    Amata Kabua
    Amata Kabua
    Mauritius
    Motherland
    1968
    Jean Georges Prosper
    Philippe Gentil
    Meksiko
    Lagu kebangsaan Meksiko
    1943
    Francisco González Bocanegra
    Jaime Nunó
    Mesir
    Biladi, Biladi, Biladi (بلادى بلادى بلادى)
    1979
    Sayed Darwish
    Sayed Darwish
    Mikronesia
    Patriots of Micronesia
    1991
    tidak diketahui
    dari lagu tradisional Jerman, Ich hab' mich ergeben
    Moldova
    Limba noastră
    1994
    Alexei Mateevici
    Alexandru Cristea
    Monako
    Hymne Monégasque
    1848
    Louis Notari
    Charles Albrecht
    Mongolia
    Lagu kebangsaan Mongolia
    1950
    Tsendiin Damdinsüren
    Bilegiin Damdinsüren
    Luvsanjyamts Murdorj
    Montenegro
    Oj, svijetla majska zoro
    2004
    lagu tradisional
    Žarko Mirković
    Maroko
    Hymne Cherifien
    1956
    Ali Squalli Houssaini
    Léo Morgan
    Mozambik
    Pátria Amada
    2002
    Salomão J. Manhiça
    tidak diketahui
    Myanmar
    Kaba Ma Kyei
    1948
    Saya Tin
    Saya Tin
    Namibia
    Namibia, Land of the Brave
    1991
    Axali Doëseb
    Axali Doëseb
    Nauru
    Nauru Bwiema
    1968
    Margaret Hendrie
    Laurence Henry Hicks
    Nepal
    Sayaun Thunga Phool Ka
    2007
    Byakul Maila
    Amber Gurung
    Nikaragua
    Salve a ti, Nicaragua
    1918
    Salomón Ibarra Mayorga
    Luis A. Delgadillo
    Niger
    La Nigerienne
    1961
    Maurice Albert Thiriet
    Robert Jacquet dan Nicolas Abel François Frionnet
    Nigeria
    Arise Oh Compatriots, Nigeria's Call Obey
    1978
    John A. Ilechukwu, Eme Etim Akpan, B. A. Ogunnaike, Sotu Omoigui, dan P. O. Aderibighe
    Band Polisi Nigeria dibawah kepemimpinan B. E. Odiase
    Norwegia
    Ja, vi elsker dette landet

    Bjørnstjerne Bjørnson
    Rikard Nordraak
    Oman
    The Sultan's Anthem
    1932
    Rashid bin Uzayyiz Al Khusaidi
    James Frederick Mills
    Pakistan
    Qaumi tarana
    1954
    Hafeez Jullundhri
    Ahmed Ghulamali Chagla
    Pantai Gading
    L'Abidjanaise



    Panama
    Himno Istemño (Hymne Isthmus)
    1925
    Jeronimo de la Ossa
    Santos Jorge
    Papua Nugini
    O Arise, All You Sons
    1975
    Tom Shacklady
    Tom Shacklady
    Paraguay
    Paraguayos, República o Muerte
    1933
    Francisco Acuña de Figueroa
    Francisco José Debali
    Perancis
    La Marseillaise
    1795
    Claude Joseph Rouget de Lisle
    Claude Joseph Rouget de Lisle
    Peru
    Somos libres, seámoslo siempre
    1821
    José de la Torre Ugarte y Alarcón
    Jose Bernardo Alcedo
    Kepulauan Pitcairn
    God Save The Queen



    Polandia
    Mazurek Dabrowskiego
    1926
    Józef Wybicki
    tidak diketahui
    Portugal
    A Portuguesa
    1911
    Henrique Lopes de Mendonça
    Alfredo Keil
    Puerto Riko
    La Borinqueña



    Republik Afrika Tengah
    La Renaissance
    1960
    Barthélémy Boganda
    Herbert Pepper
    Republik Demokrasi Kongo
    Debout Kongolaise
    1960, 1997
    Joseph Lutumba
    Simon-Pierre Boka di Mpasi Londi
    Republik Dominika
    Quisqueyanos valientes
    1934
    Emilio Prud'Homme
    Jose Rufino Reyes Siancas
    Rumania
    Deşteaptă-te, române (Bangunlah, Orang Romania)
    1989
    Andrei Mureșanu
    Gheorghe Ucenescu
    Rusia
    Lagu kebangsaan Rusia
    2000
    Sergey Mikhalkov
    Alexander Vasilyevich Alexandrov
    Rwanda
    Rwanda rwacu
    2002
    Faustin Murigo
    Jean-Bosco Hashakimana
    St. Kitts and Nevis
    Oh Land of Beauty
    1983
    Kenrick Georges
    Kenrick Georges
    St. Lucia
    Sons and Daughters of St. Lucia
    1979
    Charles Jesse
    Leton Felix Thomas
    St. Vincent and the Grenadines
    St Vincent Land So Beautiful
    1979
    Phyllis Punnett

    Samoa
    The Banner of Freedom
    1962
    Sauni Iiga Kuresa
    Sauni Iiga Kuresa
    Samoa Amerika
    Amerika Samoa



    Sao Tomé and Principe
    Independência total
    1975
    Alda Neves da Graça do Espírito Santo
    Manuel dos Santos Barreto de Sousa e Almeida
    Skotlandia
    Tidak ada secara resmi. The Flower of Scotland, Scotland the Brave, dan Scots Wha Hae merupakan beberapa yang dapat digunakan jika perlu.



    Selandia Baru
    God Defend New Zealand
    1977
    Thomas Bracken dan Thomas H. Smith
    John Joseph Woods
    Senegal
    Pincez Tous vos Koras, Frappez les Balafons (Renggut Korasmu, Gempur Si Balafon)
    1960
    Léopold Sédar Senghor
    Herbert Pepper
    Serbia
    Boze Pravde
    1882 (de facto)
    2006 (de jure)
    Jovan Đorđević
    Davorin Jenko
    Sierra Leone
    High We Exalt Thee, Realm of the Free
    1961
    Clifford Nelson Fyle
    John Akar
    Singapura
    Majulah Singapura
    1965
    Siprus
    Imnos pros tin Eleftherian
    1960
    Dionýsios Solomós
    Nikolaos Mantzaros
    Slovakia
    Nad Tatrou sa blyská
    1918
    Janko Matúška

    Slovenia
    Zdravljica (Sulangan)
    1989
    France Prešeren
    Stanko Premrl
    Kepulauan Solomon
    God Save Our Solomon Islands
    1978
    Panapasa Balekana dan Matila Balekana
    Panapasa Balekana
    Spanyol
    Marcha Real
    1770
    tidak memiliki lirik

    Sri Lanka
    Sri Lanka Matha
    1951
    Ananda Samarakoon
    Ananda Samarakoon
    Sudan
    Nahnu Djundullah Djndulwatan
    1956
    Sayyed Ahmed dan Mohammed Salih
    Ahmed Murjan
    Sudan Selatan
    South Sudan Oyee!
    2011
    Universtias Juba
    Universitas Juba
    Suriname
    God zij met ons Suriname
    1959
    Cornelis Atses Hoekstra dan Henry de Ziel
    Johannes Corstianus de Puy
    Swaziland
    Oh God, Bestower of the Blessings of the Swazi
    1968
    Andrease Enoke Fanyana Simelane
    David Kenneth Rycroft
    Swedia
    Du gamla, Du fria (Engkau purba, Engkau bebas, Engkau utara bergunung-gunung)
    Abad ke-19
    Richard Dybeck
    folk tune
    Swiss
    Swiss Psalm
    1961 (de facto)
    1981 (de jure)
    Leonhard Widmer, Charles Chatelanat, Camillo Valsangiacomo, dan Flurin Camathias
    Alberich Zwyssig
    Suriah
    Homat el Diyar
    1936
    Khalil Mardam Bey
    Mohammed Flayfel and Ahmad Salim Flayfel
    Republik Tiongkok
    Tiga Prinsip Rakyat



    Tajikistan
    Surudi milli
    1991
    Gulnazar Keldi
    Suleiman Yudakov
    Tanjung Verde
    Cântico da Liberdade
    1996
    Amílcar Spencer Lopes
    Adalberto Higino Tavares Silva
    Tanzania
    Mungu ibariki Afrika
    1961
    kolektif
    Thailand
    Phleng Chat (เพลงชาติ)
    1939
    Luang Saranupraphan
    Peter Feit
    Timor Leste
    Pátria
    2002
    Francisco Borja da Costa
    Afonso de Araujo
    Togo
    Salut à toi, pays de nos aïeux
    1960
    Alex Casimir-Dosseh
    Alex Casimir-Dosseh
    Tonga
    Koe Fasi Oe Tui Oe Otu Tonga
    1875
    Uelingatoni Ngū Tupoumalohi
    Karl Gustavus Schmit
    Trinidad dan Tobago
    Forged From The Love of Liberty
    1962
    Patrick Castagne
    Patrick Castagne
    Tunisia
    Himat Al Hima (Penbela Tanah Air)
    1987
    Mustafa Sadiq Al-Rafi'i dan Aboul-Qacem Echebbi
    Mohammed Abdelwahab
    Turki
    Istiklâl Marsi
    1921
    Mehmet Akif Ersoy
    Osman Zeki Üngör
    Turkmenistan
    Independent, Neutral, Turkmenistan State Anthem
    2008
    kolektif
    Veli Mukhatov
    Tuvalu
    Tuvalu mo te Atua
    1978
    Afaese Manoa
    Afaese Manoa
    Uganda
    Oh Uganda, Land of Beauty
    1962
    George Wilberforce Kakoma
    George Wilberforce Kakoma
    Ukraina
    Shche ne vmerla Ukraina
    1917
    Pavlo Chubynsky
    Mykhaylo Verbytsky
    Uni Emirat Arab
    Ishy Bilady
    1971
    Arif Al Sheikh Abdullah Al Hassan
    Saad Abdel Wahab
    Uruguay
    Orientales, la Patria o la tumba
    1938
    Francisco Acuña de Figueroa
    Francisco José Debali
    Uzbekistan
    O`zbekiston Respublikasining Davlat Madhiyasi
    1991
    Abdulla Aripov
    Mutal Burhanov
    Vanuatu
    Yumi, Yumi, Yumi
    1980
    François Vincent Ayssav
    François Vincent Ayssav
    Vatikan
    Inno e Marcia Pontificale
    1949
    Antonio Allegra
    Charles Gounod
    Venezuela
    Gloria al bravo pueblo
    1881
    Vicente Salias
    Juan José Landaeta
    Vietnam
    Tien Quan Ca
    1945
    Van Cao
    Van Cao
    Yaman
    United Republic
    1990
    Abdallah Abdulwahab Noman
    Ayub Tarish
    Yordania
    As-salam al-malaki al-urdoni



    Yunani
    Imnos pros tin Eleftherian
    1865
    Dionýsios Solomós
    Nikolaos Mantzaros
    Zambia
    Stand and Sing of Zambia, Proud and Free
    1964
    kolektif
    Enoch Sontonga
    Zimbabwe
    Kalibusiswe Ilizwe leZimbabwe (Diberkatilah Tanah Zimbabwe)
    1994
    Solomon Mutswairo
    Fred Changundega